Friday, 22 January 2016

Wisata Guci Tegal Jawa Tengah

Wisata Guci Tegal – Guci Indah adalah Obyek wisata pemandian air panas yang berada di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Wisata alam guci memiliki luas 210 Ha, terletak dikaki Gunung Slamet bagian utara yang mempunyai ketinggian ± 1.050 meter.

Tempat wisata guci berjarak ± 40 km dari Kota Tegal sedangkan dari Kota Slawi berjarak tempuh sekitar 30 km ke arah selatan.

Obyek wisata guci tegal merupakan salah satu wisata alam yang ada di jawa tengah, wisata guci indah mempunyai banyak pancuran air.

Pada bagian atas pemandian umum terdapat pancuran 13, yang mana pancuran di pemandian air panas tersebut mempunyai 13 buah pancuran.

Air yang mengalir dari pancuran konon di percaya dapat menyembuhkan penyakit seperti penyakit kulit, koreng serta rematik.

Guci indah mempunyai 10 air terjun, salah satunya bernama Air Terjun Jedor yang memiliki ketinggian 15 meter. Nama Jedor di ambil dari nama seorang lurah dahulu yang memiliki tempat tersebut yaitu Lurah Jedor.

Fasilitas lainnya di guci yaitu wana wisata (wisata hutan), bumi perkemahan, lapangan sepak bola, lapangan tennis, kolam renang air panas serta tersedia penginapan murah (kelas melati sampai berbintang).

Selain itu kita dapat berkeliling di sekitar objek wisata guci indah menggunakan kuda dan gajah dengan harga tarif sewa yang diberikan relative murah.

Mitos / Legenda Wisata Guci Tegal

Setiap malam Jumat Kliwon, obyek wisata ini biasanya ramai di kunjungi banyak orang untuk meminta berkah. Konon.. kalau mandi pada jam 12 malam dengan meminta atau memohon sesuatu, maka permohonan apapun akan dikabulkan dan kepercayaan tersebut sudah jadi turun-temurun.

Air panas guci adalah air dari salah seorang utusan Walisongo yang diberikan air ketika menyiarkan Agama Islam ke bagian barat Jawa Tengah, di sekitar Tegal. Air yang diberikan ditempatkan pada sebuah guci (poci), air tersebut berkhasiat dan bisa mendatangkan berkat.

Namun air yang diberikan oleh wali itu sangat terbatas, sehingga salah seorang dari sunan menancapkan tongkat sakti miliknya ke dalam tanah tepat di malam Jumat Kliwon dan Atas izin Allah, air panas tanpa belerang mengalir dari dalam tanah.

Sejarah Obyek Wisata Guci Tegal

Asal usul wisata guci berawal dari penemuan sumber mata air yang letaknya di Desa Guci, air tersebut sudah diteliti dan hasilnya tidak mengandung racun. Pada tahun 1974, tempat tersebut di jadikan obyek wisata pemandian air panas yang dibuka untuk umum dan fasilitasnya pun masih alami beda dengan yang sekarang.

Wisatawan dulu mandi di sumber mata air panas masih dibawah gua, konon tempat tersebut merupakan daerah kekuasaan dari Dayang Nyai Roro Kidul, tugasnya yaitu menjaga wilayah sungai atau biasa dikenal dengan Kali Gung di sebelah utara Gunung Slamet.

Dinamakan Kali Gung sebab masih bersinggungan dengan Mata Air yang Agung yakni aliran dari mata air panas tersebut selalu melimpah sepanjang tahun, nama dari Dayang Nyai Roro Kidul adalah Nyai Rantensari yang berwujud sebuah Naga, untuk mengingatkan akan adanya daya mistis yang terdapat di kawasan Obyek Wisata Guci maka dibuatkanlah sebuah Patung Naga pada bagian atas pemandian umum di Pancuran 13.

Selain itu terdapat pohon karet dan pohon beringin yang usianya sudah ratusan tahun di kawasan tersebut, Konon ditanam oleh keturunan dari Kyai Klitik yang bernama Mbah Abdurahim dan Eyang Sudi Reja pada tahun 1918. Maksud ditanamkan pepohonan supaya daerah tersebut kuat, rindang serta tidak mudah longsor.

Sampai sekarang misteri wisata guci tegal masih menyimpan kegaibannya, sebab tempat wisata alam tersebut merupakan peninggalan dari para Wali penyebar Agama Islam dan masih banyak lagi tempat yang menyimpan sejarah di obyek wisata guci tegal seperti Petilasan Kyai Mustofa, makamnya di Pekaringan yang berjarak ± 5 KM dari Desa Guci.

Kyai Mustofa adalah Seorang Ulama keturunan dari Kanjeng Sunan Gunungjati yang bertapa di Desa Guci pada jaman cucu Kyai Klitik dan Kyai Mustofa lah yang memberikan nama air terjun yang berada di sebelah atas Pemandian Pancuran 13 dengan nama Curug Serwiti sebab di curug tersebut banyak burung serwiti yang muncul, selain itu dibagian atas terdapat lagi sebuah curug indah yang bernama Curug Jedor.
Data tersebut bersumber dari Penuturan Leluhur Keturunan Raden Patah dan Babad Tanah Jawa.
Rute Jalan Menuju Ke Tempat Wisata Guci Tegal

Dari arah Jakarta, Cirebon atau dari arah Semarang, Pekalongan dan Pemalang sebaiknya lewat jalur Tegal → Slawi → Lebaksiu → Yomani (Belok Kiri di Pertigaan Yomani) → Bojong → Guci.
Catatan:

Dari arah Jakarta atau Semarang, jika menggunakan Bus Umum bisa ambil jurusan Tegal. Setelah itu turun di Terminal Tegal, lalu naik Angkutan Umum atau Mini Bus menuju Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Dari Terminal Tegal ke Desa Tuwel (Waktu perjalanan sekitar 30 – 45 Menit), kemudian naik menggunakan kendaran bak terbuka untuk menuju Guci (Waktu perjalanan sekitar 30 Menit).

Untuk yang dari arah Pekalongan sebenarnya bisa langsung lewat Pemalang → Randu Dongkal → Moga → Guci, tapi rute jalan tersebut bisa memakan waktu yang lebih lama dikarenakan jalanan yang lebih sempit serta terdapat banyak kelokan diantara Pemalang → Randu Dongkal → Moga.
Dari arah Purwokerto, Cilacap, atau daerah pesisir selatan Jawa Tengah, Purwokerto/Cilacap → Ajibarang →  Bumiayu, dari Bumiayu ada alternatif sebagai berikut:
  • Rute Bumiayu →  Linggapura (Belok Kanan setelah pasar) →  Bumijawa →  Guci.
  • Rute Bumiayu →  Prupuk →  Margasari →  Banjaranyar (Pertigaan Banjaranyar lurus saja, Jangan belok Kiri ke Balapulang) →  Kalibakung (Belok Kanan) →  Bojong →  Guci.
  • Rute Bumiayu →  Prupuk →  Margasari →  Balapulang →  Yomani (Belok Kanan di Pertigaan Yomani) →  Bojong →  Guci.
Kondisi rute jalan:
  • Dari Linggapura →  Bumijawa (Relatif sempit dan terdapat banyak kerusakan jalan di berbagai tempat), misalnya dari Balapusuh, Kecamatan Tonjong ke Cempaka yang jalanannya naik cukup tajam dan terdapat banyak lobang.
  • Dari Banjaranyar kondisi jalan lumayan bagus.
Catatan:

Jalur Linggapura tidak direkomendasikan untuk kendaraan jenis sedan dan bus karena kondisi jalan sempit.

Untuk kendaraan besar seperti Bus Pariwisata, jalur rute yang direkomendasikan yaitu lewat Pertigaan Yomani (Kecamatan Lebaksiu) ke Arah Selatan (Bojong).
Bila dari arah Purbalingga atau Banjarnegara, sebaiknya menggunakan rute Purbalingga → Bobotsari → Belik → Moga → Guci.
Catatan:

Untuk kendaran biasa bisa menggunakan jalan pintas yaitu ambil jalur ke Kiri di Pertigaan Randu Dongkal.

Untuk kendaraan besar tidak bisa ambil jalan pintas, harus melalui Radu Dongkal dulu.
Fasilitas Wisata Guci Tegal:
  • Pancuran 5
  • Pancuran 7
  • Pancuran 13
  • Kolam renang (Barokah, Mega indah, Duta Wisata) dll
Tiket Masuk Wisata Guci Tegal:

Harga Tiket Masuk Guci - Hari Biasa:
  • Anak-anak : Rp. 4.500 + (Asuransi Jasa Raharja)
  • Dewasa : Rp. 5.000 + (Asuransi Jasa Raharja)
Harga Tiket Masuk Guci - Hari Libur/Tanggal Merah
  • Anak-anak : Rp. 6.500 + (Asuransi Jasa Raharja)
  • Dewasa : Rp. 7.000 + (Asuransi Jasa Raharja)

0 komentar

Post a Comment